MAKNA CINTA YANG TULUS DAN IKHLAS
“Jatuh cinta berjuta rasanya….biar siang, biar
malam, terbayang-bayang……….”
Lirik dari lagu yang berjudul “Jatuh Cinta” ini
menggambarkan bagaimana rasanya orang yang sedang jatuh cinta….
Banyak film dan lagu yang bercerita tentang kisah cinta yang
melegenda, seperti film “Romeo and Yuliet”…Lagu “Love story”…juga demikian
berkesan dihati pendengarnya, baik tua atau muda, semua menyukainya..terkenang
akan kisahnya sendiri….
Saya sendiri sangat terkesan dengan sebuah film percintaan
yang berjudul “Unhappy love” yang dibintangi Gina Lolobrigida, sekitar tahun
1960 an….Sebuah kisah cinta yang berujung tragis….
Semua kisah cinta yang melegenda umumnya adalah kisah cinta
yang berujung kepada perpisahan dengan berbagai alasan….biasanya yang populer
apabila maut memisahkan mereka…..
Mungkinkah cinta ditakdirkan bukan untuk
memiliki?………..tapi memang untuk berkorban?….
Dulu waktu saya masih muda, memang saya berpendapat bahwa
tidak mungkin cinta ditakdirkan memang untuk berkorban….tanpa diizinkan
memiliki hasrat untuk memiliki…
Setelah berpuluh tahun menjalani pahit manisnya cinta,
akhirnya saya menemukan bahwa sebenarnya yang dinamakan cinta
sejati adalah perasaan rela berkorban bagi orang yang kita cintai, bukan
perasaan untuk memiliki……
Cinta saya sewaktu masih muda itu bukan Cinta dalam arti
sebenarnya,….. bukan Cinta Sejati ………..tapi hanya Cinta Asmara yang didorong
oleh nafsu birahi manusia semata………
Cinta Sejati adalah perasaan untuk rela berkorban lahir batin secara
ikhlas bagi kepentingan yang dicintainya, tanpa pamrih………hanya karena mencari
ridho Allah semata….
Saya mulai merasakan Cinta Sejati justru setelah memiliki
anak yang pertama………suatu perasaan cinta yang berbeda yang selama ini dirasakan
baik terhadap pacar dan isteri sekalipun……terutama perasaan rela berkorbannya
yang jauh lebih besar…….
Dengan mencintai anak, kita akan bisa mengobati semua luka
akibat kegagalan cinta asmara kita, baik saat pacaran maupun
perkawinan…….Setelah memiliki anak, saya jadi mengerti mengapa kehidupan
berkeluarga sangat dianjurkan dalam agama Islam….sebagai sunah Nabi, sebagai
ibadah……
Rasanya tidak mungkin mereka yang tidak punya anak merasakan
getaran cinta sejati yang dirasakan oleh mereka yang memiliki anak
kandung………..Mungkin bisa mengambil anak asuh, angkat dll, tapi apakah
getaran rasa cintanya sama?……
Menikmati memelihara tanaman, mulai dari menanam bibit
tanaman bunga, merawatnya sampai tumbuh bunganya saja sudah merupakan
kebahagiaan yang sangat disukai orang, apalagi mengandung bayi, melahirkan,
membesarkan dan melihat mereka menjadi dewasa dan menikah….suatu kenikmatan dan
kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan……
Maka tidak aneh kalau banyak orang yang sudah tua renta
masih giat bekerja keras hanya karena untuk memberi nafkah bagi anak
isterinya…….itulah cinta sejati……
Namun bila anak kita suatu saat sudah dewasa dan semua
menikah dan meninggalkan kita sendirian….apa yang terasa?….timbul kesepian dan
kesedihan yang mencekam, menghimpit dada…… dan mulai berfikir untuk apa lagi
kita hidup?……
Barulah sadar bahwa kita akan kembali kepada yang
menciptakan kita, kembali kepada Allah SWT……
Bila anda sudah menjadi manula (manusia lanjut usia/lebih
dari 60 tahun), anda akan sering terkenang akan perjalanan hidup kita pada masa
lalu, suka duka, pahit manisnya kehidupan cinta kita…..
Ada
rasa sesal, rasa bangga bercampur aduk….tapi akhirnya kita akan merasa
bersyukur kepada Allah SWT bahwa kita sudah diberi pengalaman hidup yang
lengkap dan penuh warna, yang akhirnya menyadarkan kita bahwa seharusnya sejak
dari dulu kita hanya mencintai
Allah SWT, lebih dari semua yang pernah kita cintai…….
Rasa cemburu, rasa sakit hati, rasa kesal, rasa sedih karena
ditinggal pacar/isteri/suami, kehilangan pangkat, jabatan, kekayaan dll, tak
akan pernah kita derita kalau kita tahu bahwa semua itu adalah hanya titipan
Allah SWT semata…… semua akan hilang ditelan waktu……
“ Kalau saja dari sejak
muda kita telah mencintai Sang Pencipta lebih dari pada semua ciptaannya, maka penderitaan
kita tak akan pernah ada……..Kalau saja kita tahu bahwa Cinta Sejati itu
sebenarnya adalah Cinta Yang Tulus kepada Sang Pencipta…Allah SWT……maka hidup
ini teramat indah……Sayang kesadaran ini biasanya muncul sudah sangat
terlambat…….(saya juga sadarnya setelah menjadi manula dan ikut ESQ training)…
“
Saya
sharing ini bagi mereka yang masih muda, agar bisa mensyukuri segala yang telah
Allah berikan kepada kita, baik kesusahan ataupun kesenangan…… .
Hadist mengatakan bahwa kalau kita betul mencintai Nabi
Muhamad AS, maka kita harus mencintai kefakiran dan penderitaan, karena hampir
seluruh masa hidupnya Nabi Muhamad AS adalah penderitaan dan kefakiran( hidup
sangat bersahaja, jauh dari kemewahan dan kesenangan)…..
Bagi mereka yang mencintai Allah SWT, maka dia harus
mencintai berbagai ujian/percobaan hidup…..bukan mencintai sukses dan
keberhasilan duniawi……
Kalau kita mendambakan sukses, maka kalau gagal kita akan
menderita, tapi kalau kita mencintai penderitaan, kita tak akan pernah
menderita…itulah ajaran Nabi Muhamad AS……
Karena itu kita jangan terobsesi oleh sukses dan kebahagiaan hidup
duniawi, karena itu kawannya iblis….cintailah kefakiran dan
penderitaan, maka kita akan dipertemukan dengan Nabi Muhamad AS dan Allah
SWT…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar